Antisipasi Pemudik, Polres Pasaman Tinjau Pos Sekat Perbatasan

Antisipasi Pemudik, Polres Pasaman Tinjau Pos Sekat Perbatasan
Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nur Andriansyah meninjau pos sekat perbatasan Rohul Provinsi Riau, Minggu (25/04).

Pasaman, - Polres Pasaman meninjau pos penyekatan wilayah perbatasan dalam rangka mengantisipasi pergerakan arus mudik, seiring adanya larangan mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, pada 6-17 Mei 2021 mendatang.

Hal itu dilakukan mengacu pada aturan pemerintah pusat, Provinsi Sumbar dan pemerintah kabupaten Pasaman tentang pelarangan mudik di tengah Pandemi Covid-19 pada lebaran 2021. 

Dua pos penyekatan pemudik yang ditinjau Jajaran Polres Pasaman itu adalah, Pos Sekat Muaro Cubadak, Kecamatan Rao Utara berbatasan dengan Sumatera Utara. Selanjutnya, Pos Sekat Mapattunggul, Kecamatan Mapat Tunggul berbatasan dengan Provinsi Riau. 

"Ya benar, tadi kita bersama jajaran Polres Pasaman telah pergi mencek lokasi dan meninjau situasi di dua lokasi pos penyekatan pemudik yang ada di perbatasan Madina provinsi Sumatera Utara, dan Rohul provinsi Riau, " ujar Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nur Andriansyah, Minggu (25/04/2021).

Kata Kapolres, usai peninjauan dua pos penyekatan pemudik di Perbatasan Madina dan Rohul ini, pihaknya selanjutnya akan segera melakukan koordinasi dengan Polres di seberang perbatasan, sehingga penyekatan nanti bisa berjalan simultan. 

"Pendirian pos penyekatan yang akan didirikan seiring adanya larangan mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, pada 6-17 Mei 2021 mendatang merupakan instruksi dan petunjuk dari Polda Sumbar. Di samping itu, merupakan kelanjutan kerjasama Antara Polda Sumbar dengan Polda-polda yang berbatasan, " terangnya.

Ketika ditanya, bagaimana kesiapan dari Pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya di daerah berbatasan saat larangan mudik lebaran nanti, Kapolres mengatakan bahwa pihaknya akan bersama-bersama dengan instansi terkait di daerah itu untuk menjaga dua wilayah sekat di daerah itu. Karena, untuk menjaga dua pos sekat tersebut tentu kita harus kerja bersama-sama. Tanpa kebersamaan, mustahil akan terlaksana dengan baik. 

"Untuk rencana sudah dibuat, tinggal dipersiapkan hal-hal yang diperlukan sambil melakukan sosialisasi kepada masyarakat, " bebernya.

Kata Dedi lagi, hal yang disiapkan terkait penyekatan di dua daerah perbatasan di Pasaman kita baru mengacu pada surat edaran (SE) larangan mudik 2021, dan pelaksanaan PPKM berbasis mikro. 

"Sebelumnya di Sumbar belum menjalankan PPKMBM, tapi dengan meningkatnya positive rate di Sumbar sekarang sudah termasuk yang melaksanakan PPKMBM secara aktif, " tambahnya.  

Pasaman Sumbar
Syafrianto

Syafrianto

Previous Article

Satreskrim Polres Pasaman Berhasil Amankan...

Next Article

Turut Berduka Cita Atas Gugurnya 53 Awak...

Related Posts